Tawuran di Depan Mal Bassura Rusak Rumah dan Warung Kopi Warga Jatinegara

JAKARTA, 99refb.xyz – Tawuran antarwarga kembali pecah di depan Mal Bassura, Jalan Jenderal Basuki Rachmat, Jatinegara, Jakarta Timur, pada Kamis (2/1/2025) dini hari. Insiden ini tidak hanya meresahkan masyarakat, tetapi juga menimbulkan kerugian material bagi warga setempat.

Salah satu korban, Sugianto (60), yang tinggal di kawasan RT 06, Jatinegara, mengaku resah akibat kejadian tersebut. Rumah dan warung kopinya menjadi sasaran lemparan batu saat tawuran berlangsung.

“Ya kalau bangunan jelas sih kerugiannya. Ini atap pada bolong terkena batu. Kemarin saya tambalin, khawatir musim hujan,” ungkap Sugianto saat ditemui di lokasi pada Minggu (5/1/2025).


Kerugian Warga Akibat Tawuran

Sugianto menjelaskan bahwa kerusakan pada bangunan atap warung kopinya cukup parah. Beberapa bagian atap hancur akibat terkena lemparan batu besar yang digunakan oleh para pelaku tawuran.

“Warung saya biasanya ramai pembeli, tapi sekarang sepi karena orang takut lewat sini. Kalau begini terus, saya rugi banyak,” ujar Sugianto dengan nada kecewa.

Tidak hanya Sugianto, beberapa warga lain di sekitar lokasi juga melaporkan kerusakan properti mereka, mulai dari kaca jendela pecah hingga kendaraan yang tergores akibat batu dan benda tajam yang dilemparkan selama tawuran.


Tawuran Berulang Kali Terjadi

Menurut warga sekitar, kawasan Jalan Jenderal Basuki Rachmat sering kali menjadi lokasi tawuran antarwarga, terutama pada malam hingga dini hari. Tawuran tersebut diduga melibatkan kelompok pemuda dari beberapa wilayah yang berseteru sejak lama.

Ketua RT 06, Bambang Wahyudi, mengungkapkan bahwa tawuran ini telah berulang kali terjadi dan meresahkan warga.

“Kami sudah berkali-kali melapor ke pihak kepolisian, tapi tawuran tetap saja terjadi. Kami berharap ada patroli rutin di sini untuk mencegah tawuran lagi,” ujar Bambang.


Tindakan Polisi

Kapolsek Jatinegara, Kompol Agung Prasetyo, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan mengenai tawuran tersebut. Polisi sedang menyelidiki pelaku utama dan kelompok yang terlibat dalam insiden itu.

“Kami telah menurunkan tim untuk menyelidiki kejadian ini dan mengidentifikasi pelaku tawuran. Langkah tegas akan diambil untuk memastikan keamanan masyarakat,” tegas Kompol Agung.

Selain itu, Polsek Jatinegara akan bekerja sama dengan pihak kecamatan dan masyarakat setempat untuk meningkatkan pengawasan di daerah rawan konflik.


Reaksi Masyarakat

Warga sekitar mendesak pihak berwenang untuk mengambil tindakan lebih serius dalam mengatasi masalah tawuran yang terus berulang. Mereka berharap adanya patroli rutin dan penerangan tambahan di lokasi rawan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

“Kami tidak ingin terus hidup dalam ketakutan. Kalau malam tiba, kami selalu khawatir kalau tawuran mulai lagi,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.


Upaya Pencegahan

Pihak kepolisian bersama perangkat desa akan mengadakan dialog terbuka dengan warga setempat untuk mencari solusi jangka panjang. Selain itu, akan dilakukan pendekatan terhadap kelompok pemuda yang sering terlibat tawuran untuk memberikan pemahaman mengenai dampak buruk dari tindakan tersebut.