Data terkini dari Rakernas PSI Makassar, 3 Februari 2026 mengungkapkan pernyataan mengejutkan dari Wakil Sekretaris Jenderal PSI Andi Saiful Haq yang menganalogikan Jokowi sebagai Messi tanpa Piala Dunia. Pernyataan ini menjadi sorotan media nasional karena mengungkap perspektif unik tentang karier politik mantan presiden yang telah menjabat selama dua periode.
Dalam dunia politik Indonesia yang dinamis, analogi ini membuka diskusi menarik tentang capaian politik dan bagaimana sebuah partai memandang peran tokoh dalam strategi elektoral mereka. Bagi pengamat politik dan pemilih, memahami konteks pernyataan ini penting untuk melihat arah politik PSI menjelang Pemilu 2029.
Artikel ini akan mengupas tuntas makna di balik analogi tersebut, konteks politik yang melatarbelakanginya, serta implikasi bagi masa depan PSI sebagai partai yang masih berjuang menembus ambang batas parlemen.
Menurut pernyataan Andi Saiful Haq di Rakernas PSI Makassar tanggal 3 Februari 2026, meskipun Jokowi telah memenangkan semua tingkatan pemilu eksekutif, masih ada satu capaian yang belum diraih: kemenangan dalam Pemilu Legislatif yang sepenuhnya dikaitkan dengan kontribusinya. Ini seperti Messi yang sebelum 2022 belum meraih Piala Dunia meski sudah mengoleksi hampir semua trofi lainnya.
Konteks Pernyataan PSI: Rakernas Makassar 2026

Pernyataan kontroversial ini dilontarkan pasca Rapat Kerja Nasional PSI yang berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 29-31 Januari 2026. Rakernas tersebut menjadi momentum penting bagi PSI dengan kehadiran Jokowi yang memberikan arahan langsung kepada seluruh kader partai.
Andi Saiful Haq, sebagai Wakil Sekretaris Jenderal DPP PSI, menjelaskan analogi ini dengan merujuk pada perjalanan karier Lionel Messi. Dalam pidatonya di Rakernas, Jokowi sendiri menegaskan komitmen penuhnya dengan menyatakan akan bekerja mati-matian untuk PSI.
Rakernas dihadiri sekitar 1.700 peserta dari DPP, DPW, dan legislatif PSI dengan tema besar tentang politik terbuka dan kerja nyata untuk Indonesia.
Makna Analogi Messi Tanpa Piala Dunia
Analogi yang digunakan PSI ini bukanlah kritik negatif, melainkan penggambaran kondisi yang sangat spesifik. Saiful Haq menjelaskan bahwa seperti Messi yang telah memenangkan 10 gelar La Liga, 7 Copa Del Rey, 4 Liga Champions, serta berbagai penghargaan individu, Jokowi juga memiliki rekam jejak politik yang nyaris sempurna di jalur eksekutif.
Jokowi telah memenangkan Pilkada Wali Kota Solo dua kali, sukses di Pilkada Gubernur DKI Jakarta, dan akhirnya terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia dalam dua periode berturut-turut. Namun, ada satu “trofi” yang belum diraih: kemenangan dalam Pemilu Legislatif yang sepenuhnya dikaitkan dengan pengaruhnya.
Strategi Politik PSI Menjelang Pemilu 2029

Pernyataan ini bagian dari strategi politik jangka panjang PSI. Dalam Rakernas tersebut, Jokowi menekankan pentingnya membangun struktur partai hingga ke tingkat RT/RW sebelum akhir 2026.
Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni menjelaskan bahwa kehadiran Jokowi membawa energi baru bagi partai menuju Pemilu 2029. PSI berkomitmen menjadikan pola kepemimpinan Jokowi sebagai kompas perjuangan partai.
Tantangan Elektabilitas: Data Survei Terkini
Meski optimisme tinggi, PSI masih menghadapi tantangan besar. Berbagai survei menunjukkan PSI masih berjuang untuk menembus ambang batas parlemen 4 persen.
Survei Litbang Kompas pada Desember 2023 mencatat elektabilitas PSI mencapai 2,6 persen, merupakan angka tertinggi di antara partai-partai nonparlemen. Ini merupakan peningkatan signifikan dari 0,8 persen pada survei Agustus 2023.
Survei lain dari Data Riset Analitika pada Januari 2024 menunjukkan angka lebih optimis dengan elektabilitas PSI mencapai 4,3 persen, menembus ambang batas parlemen. Namun, survei-survei lain masih menunjukkan elektabilitas di bawah ambang batas.
Peran Jokowi dalam Meningkatkan Elektabilitas PSI

Keterlibatan Jokowi dalam PSI diyakini menjadi faktor kunci dalam peningkatan elektabilitas partai. Peneliti survei mencatat bahwa elektabilitas PSI beriringan dengan dukungan terhadap pasangan Prabowo-Gibran yang diusung PSI.
Direktur Eksekutif SPIN Igor Dirgantara pada Februari 2024 menyatakan bahwa naiknya elektabilitas PSI disebabkan oleh program kerakyatan yang efektif, aspek Joko Widodo, dan kepemimpinan Kaesang Pangarep.
Dalam Rakernas 2026, Jokowi tidak hanya hadir secara simbolis, tetapi memberikan arahan konkret dan komitmen penuh untuk bekerja keras demi PSI.
Implikasi bagi Pemilu Legislatif 2029

Jika PSI berhasil meloloskan diri ke parlemen pada Pemilu 2029, ini akan menjadi pencapaian historis yang melengkapi karier politik Jokowi. Keberhasilan PSI juga akan memberikan kekuatan politik baru dalam konstelasi parlemen Indonesia.
Bagi Jokowi sendiri, ini akan menjadi legacy politik yang unik. Setelah sukses di semua tingkatan pemilihan eksekutif, keberhasilan membawa PSI ke parlemen akan menambah dimensi baru dalam kontribusinya terhadap politik Indonesia.
Baca Juga Prabowo Gabung Board of Peace Gaza Davos 2026
Pertanyaan Umum: PSI Kritik Jokowi Seperti Messi Tanpa Piala
Apa maksud pernyataan PSI bahwa Jokowi seperti Messi tanpa Piala Dunia?
Pernyataan ini adalah analogi yang disampaikan Wakil Sekjen PSI Andi Saiful Haq di Rakernas Makassar. Maksudnya adalah meski Jokowi telah memenangkan semua tingkatan pemilu eksekutif, masih ada satu capaian yang belum diraih: kemenangan Pemilu Legislatif yang sepenuhnya dikaitkan dengan kontribusinya. Sama seperti Messi yang sebelum 2022 belum pernah memenangkan Piala Dunia meski sudah meraih hampir semua trofi lainnya.
Apakah ini merupakan kritik negatif terhadap Jokowi?
Bukan kritik negatif. Ini adalah strategi komunikasi politik PSI untuk menggambarkan peluang dan tantangan yang ada. Analogi ini justru mengakui kehebatan Jokowi di jalur eksekutif sambil mengajak untuk melengkapi capaian tersebut dengan sukses di jalur legislatif melalui PSI pada Pemilu 2029.
Bagaimana elektabilitas PSI saat ini menurut survei terkini?
Berdasarkan berbagai survei pada periode 2023-2024, elektabilitas PSI berkisar antara 1,5 hingga 4,3 persen. Survei Litbang Kompas Desember 2023 mencatat 2,6 persen, merupakan tertinggi di antara partai nonparlemen. Namun survei lain masih menunjukkan angka di bawah 4 persen, sehingga PSI masih perlu kerja keras untuk memastikan lolos parlemen 2029.
Apa peran konkret Jokowi dalam PSI pasca Rakernas 2026?
Di Rakernas Makassar 2026, Jokowi menegaskan akan bekerja mati-matian untuk PSI. Arahan konkretnya meliputi penguatan struktur partai hingga RT/RW sebelum akhir 2026, membangun mesin politik besar, dan memberikan energi serta motivasi kepada kader PSI di seluruh Indonesia.
Apakah PSI bisa lolos ke parlemen pada Pemilu 2029?
Kemungkinan PSI lolos parlemen bergantung pada beberapa faktor: konsolidasi struktur organisasi, efektivitas program kerakyatan, momentum politik yang tepat, dan kemampuan memanfaatkan pengaruh Jokowi. Tren peningkatan elektabilitas menunjukkan potensi positif jika PSI konsisten bekerja keras hingga 2029.
Bagaimana respons publik terhadap analogi ini?
Respons publik beragam. Pendukung menilai analogi ini cerdas dan mudah dipahami. Pengamat politik melihatnya sebagai strategi komunikasi yang wajar. Namun ada juga yang skeptis dan mempertanyakan apakah terlalu mengandalkan figur dibanding substansi program.
Analogi PSI yang menyebut Jokowi seperti Messi tanpa Piala Dunia mencerminkan strategi jangka panjang untuk menembus parlemen pada Pemilu 2029. Data survei menunjukkan tren peningkatan elektabilitas PSI, meskipun masih fluktuatif.
Tantangan terbesar PSI adalah membuktikan bahwa mereka bukan sekadar partai yang mengandalkan figur, tetapi memiliki program konkret, kader berkualitas, dan struktur organisasi yang solid. Apakah PSI akan berhasil melengkapi trofi Jokowi seperti Messi yang akhirnya meraih Piala Dunia 2022? Jawabannya akan terjawab pada Pemilu 2029.
Referensi:
- Viva.co.id – Wasekjen PSI Sebut Jokowi Ibarat Messi Tanpa Piala Dunia (2026)
- CNN Indonesia – PSI Sebut Jokowi Ibarat Messi Tanpa Piala Dunia (2026)
- Kompas.com – Survei Litbang Kompas: Elektabilitas PSI Naik Jadi 2,6 Persen (2023)
- ANTARA – Survei SPIN: Elektabilitas PSI dan Gelora meningkat jelang pemilu (2024)
- Repelita.com – Jokowi ungkap alasan terbang jauh ke Makassar (2026)
