“Belasan orang yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Indonesia Bergerak mendatangi kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Solo. Mereka membawa poster kritik, surat peringatan, serta plakat berisi filosofi Jawa yang akhirnya diterima oleh pihak pengamanan Jokowi.”
99refb – Rumah Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi di Solo, Jawa Tengah, didatangi massa yang menggelar aksi demonstrasi pada Kamis, 10 September 2026. Massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Indonesia Bergerak (ARIB) datang untuk menyampaikan kritik sekaligus menyerahkan surat kepada Jokowi. Aksi tersebut berlangsung di sekitar kediaman Jokowi di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo.
Jumlah peserta aksi dilaporkan sekitar belasan orang, meski beberapa pemberitaan menyebutnya puluhan. Mereka mulai memasuki Gang Kutai Utara yang menjadi akses menuju kediaman Jokowi sekitar pukul 11.00 WIB. Massa membawa sejumlah poster, spanduk, bendera Merah Putih, surat, hingga sebuah plakat berisi filosofi Jawa.
Aksi tersebut sempat diwarnai ketegangan ketika peserta demonstrasi bertemu dengan kelompok relawan pendukung Jokowi yang berada di lokasi. Namun, situasi kemudian kembali terkendali dan tidak berkembang menjadi bentrokan besar berdasarkan laporan media dari lokasi. Surat dan plakat yang dibawa massa akhirnya diterima oleh pihak pengamanan Jokowi.
Massa ARIB Datangi Rumah Jokowi

Koordinator aksi Bangun Satoto menjelaskan bahwa salah satu tujuan kedatangan mereka adalah menyerahkan surat peringatan dan plakat kepada Jokowi. Massa sebenarnya ingin menyampaikan kedua benda tersebut secara langsung kepada mantan Presiden RI itu. Namun, pertemuan langsung tidak dapat dilakukan begitu saja karena terdapat prosedur pengamanan dan administrasi.
Dalam aksi tersebut, demonstran membawa berbagai poster bernada kritik terhadap Jokowi, termasuk kritik mengenai kekuasaan, oligarki, dan politik dinasti. Perlu dicatat, berbagai tudingan yang tertulis pada poster merupakan ekspresi dan klaim politik peserta aksi, bukan kesimpulan fakta yang otomatis terbukti. Demonstrasi tersebut pada dasarnya menjadi medium massa untuk menyampaikan sikap politik mereka.
Bangun mengatakan kelompoknya datang dengan tujuan damai dan bukan untuk membuat keributan. Massa juga membawa sebuah surat yang ditujukan kepada Jokowi serta plakat berisi nasihat dalam bahasa Jawa. Basically, aksi mereka tidak hanya menggunakan poster protes, tetapi juga pesan simbolis melalui filosofi Jawa.
Pernyataan Budi Arie Ikut Jadi Sorotan
Salah satu latar belakang aksi berkaitan dengan pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengenai kemungkinan percepatan pemilu sebelum jadwal 2029. Massa ARIB menafsirkan pernyataan tersebut secara serius dan mengaitkannya dengan kekhawatiran mengenai konstitusi serta keberlangsungan pemerintahan. Penilaian tersebut merupakan posisi massa demonstran dan perlu ditempatkan sebagai klaim mereka.
Dalam keterangannya, Bangun bahkan menyebut pernyataan tersebut sebagai sesuatu yang menurut kelompoknya mengindikasikan “makar”. Sekali lagi, penyebutan tersebut merupakan tudingan atau interpretasi dari pihak demonstran, bukan penetapan hukum bahwa telah terjadi tindak pidana makar. Distinction seperti ini penting supaya informasi politik tidak berubah menjadi tuduhan yang disajikan seolah-olah sudah terbukti.
Kehadiran massa di kediaman Jokowi kemudian digunakan untuk meminta mantan presiden tersebut memberikan perhatian terhadap persoalan yang mereka soroti. ARIB juga menyampaikan sejumlah pesan mengenai konstitusi dan posisi Jokowi sebagai mantan kepala negara. Aspirasi itulah yang kemudian dituangkan melalui surat dan plakat yang mereka bawa.
Demo Sempat Tegang dengan Relawan Jokowi
Situasi sempat memanas ketika demonstran memasuki Gang Kutai Utara menuju kediaman Jokowi. Pada saat yang sama, sejumlah relawan atau pendukung Jokowi juga berada di sekitar lokasi. Pertemuan dua kelompok dengan posisi berbeda tersebut kemudian memunculkan ketegangan.
Menurut laporan Suara Surakarta, relawan sempat mempertanyakan maksud kedatangan massa. Demonstran kemudian menjelaskan bahwa mereka hendak menyerahkan surat dan plakat kepada Jokowi. Situasi tersebut akhirnya tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
IDN Times melaporkan keadaan kembali kondusif setelah ketegangan tersebut. Permintaan massa untuk bertemu Jokowi juga diarahkan agar mengikuti prosedur administrasi yang berlaku. Ajudan Jokowi kemudian memastikan bahwa surat dan plakat dari demonstran telah diterima.
Bawa Plakat Berisi Filosofi Jawa
Selain poster kritik, salah satu hal yang cukup menarik perhatian dalam demonstrasi tersebut adalah plakat berisi empat filosofi Jawa. Pesan-pesan itu pada intinya mengingatkan mengenai kerendahan hati ketika memiliki kekuatan, kematian, konsekuensi perbuatan, dan pertanggungjawaban atas kesalahan. Plakat tersebut sengaja dibawa sebagai pesan simbolis kepada Jokowi.
Penggunaan filosofi Jawa membuat bentuk penyampaian aspirasi kali ini sedikit berbeda dari demonstrasi yang hanya mengandalkan poster dan orasi. Massa mencoba menyampaikan kritik melalui nilai dan ungkapan budaya yang familiar dengan masyarakat Jawa. There is a cultural layer di balik pesan politik yang mereka bawa.
Surat dan plakat tersebut akhirnya tidak diserahkan secara langsung kepada Jokowi. Pihak pengamanan menerima benda yang dibawa massa karena pertemuan dengan mantan presiden harus melalui prosedur tertentu. Dengan diterimanya surat tersebut, pesan demonstran setidaknya telah disampaikan kepada pihak di kediaman Jokowi.
Apa Tuntutan Massa yang Demo di Rumah Jokowi?
Secara umum, demonstran menyampaikan kritik terhadap Jokowi mengenai isu kekuasaan, oligarki, konstitusi, dan politik dinasti. Sejumlah poster yang dibawa menggunakan bahasa keras untuk mengekspresikan ketidakpuasan terhadap Presiden ke-7 RI tersebut. Isi poster tersebut tetap harus dibaca sebagai pendapat politik peserta demonstrasi, bukan temuan resmi lembaga hukum.
Massa juga menyinggung kekhawatiran mereka terhadap kemungkinan perubahan jadwal pemilu setelah munculnya pernyataan Budi Arie. Mereka menginginkan agar proses politik tetap berjalan sesuai konstitusi dan jadwal yang berlaku. Isu tersebut menjadi salah satu trigger utama yang disebut dalam berbagai laporan mengenai demonstrasi ini.
Dalam suratnya, ARIB turut meminta Jokowi mengambil posisi sebagai negarawan yang menghormati konstitusi. Massa juga menyampaikan kritik mengenai pengaruh oligarki dan kepentingan politik dalam kehidupan bernegara. Again, berbagai penilaian tersebut merupakan aspirasi politik ARIB yang disampaikan melalui demonstrasi.
Aksi Berlangsung di Kediaman Pribadi Jokowi
Lokasi demonstrasi juga menjadi perhatian karena aksi dilakukan langsung di sekitar kediaman pribadi Jokowi. Rumah tersebut berada di Jalan Kutai Utara, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo. Sejak tidak lagi menjabat sebagai presiden, kediaman Jokowi memang beberapa kali menjadi lokasi pertemuan dengan politisi, tokoh masyarakat, maupun berbagai kelompok.
Aksi di depan atau sekitar rumah seorang tokoh politik tentu memiliki karakter berbeda dibanding demonstrasi di kantor pemerintahan atau ruang publik. Faktor keamanan penghuni, warga sekitar, demonstran, dan kelompok yang berseberangan menjadi consideration tersendiri. Hal tersebut terlihat ketika peserta aksi tidak dapat langsung menemui Jokowi tanpa mengikuti prosedur.
Pada demonstrasi 10 September tersebut, keberadaan relawan Jokowi juga menciptakan dinamika tersendiri. Perbedaan pandangan antara peserta aksi dan pendukung mantan presiden sempat membuat suasana tegang sebelum akhirnya kembali kondusif. Situasi ini menunjukkan pentingnya pengamanan dan pengendalian massa ketika kelompok dengan posisi politik berbeda bertemu dalam satu lokasi.
Demo di Rumah Jokowi Jadi Sorotan
Demonstrasi di kediaman Jokowi menjadi perhatian karena terjadi di tengah masih aktifnya mantan Presiden RI tersebut dalam berbagai komunikasi dan kegiatan politik. Beberapa hari sebelum aksi, misalnya, Jokowi menerima Ketua DPD PSI Solo Astrid Widayani dan sekretarisnya Muhammad Bilal di kediamannya. Pertemuan berlangsung pada 7 September 2026 dan membahas antara lain penguatan struktur serta konsolidasi PSI di Solo.
Di hari yang sama dengan demonstrasi di rumahnya, penolakan terhadap kehadiran Jokowi juga terjadi di Banten. Sejumlah orang yang tergabung dalam Aliansi 21 Forum Aktivis Pro Kebenaran dan Keadilan menggelar aksi di kawasan KP3B, Serang, untuk menolak rencana kehadiran Jokowi dalam agenda di Banten. Aksi di Banten tersebut merupakan peristiwa terpisah dari demonstrasi ARIB di Solo.
Dua aksi tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas politik Jokowi setelah masa kepresidenannya masih mengundang respons dari kelompok masyarakat dengan pandangan berbeda. Ada kelompok yang tetap mendukungnya, sementara kelompok lain menyampaikan kritik secara terbuka. Kondisi seperti ini menjadi bagian dari dinamika politik dan kebebasan menyampaikan pendapat dalam ruang demokrasi.
Surat Demonstran Akhirnya Diterima
Meski tidak berhasil bertemu Jokowi secara langsung, massa ARIB akhirnya dapat menyerahkan surat dan plakat yang mereka bawa. Ajudan Jokowi menyatakan benda tersebut telah diterima, sementara mekanisme pertemuan langsung harus mengikuti prosedur yang berlaku. Setelah itu, situasi di sekitar lokasi dilaporkan kembali kondusif.
Aksi ini sekaligus memperlihatkan bagaimana demonstrasi dapat menjadi medium untuk menyampaikan kritik terhadap tokoh politik, termasuk mereka yang sudah tidak lagi memegang jabatan presiden. Namun, kebebasan menyampaikan pendapat juga perlu berjalan bersama penghormatan terhadap keamanan, ketertiban, dan hak pihak lain. Political disagreement tidak harus berakhir menjadi konflik fisik.
Pada akhirnya, demo di rumah Jokowi pada 10 September 2026 berlangsung sebagai penyampaian aspirasi dari ARIB kepada Presiden ke-7 RI tersebut. Massa membawa berbagai kritik, surat peringatan, dan plakat filosofi Jawa, sementara ketegangan dengan relawan dapat diredakan. Pesan demonstran pun akhirnya diterima pihak pengamanan meski pertemuan langsung dengan Jokowi tidak terjadi.
Referensi
IDN Times Jateng. Demo di Rumah Jokowi, Ada Penggugat Ijazah yang Kalah di PN Solo, 10 September 2026.
Suara Surakarta. Massa Demo di Depan Rumah Jokowi, Serahkan Surat Peringatan dan Plakat Bertuliskan Filosofi Jawa, 10 September 2026.
SINDOnews. Massa ARIB Datangi Rumah Jokowi di Solo, Serahkan Surat dan Plakat, 10 September 2026.
iNews. Massa ARIB Datangi Rumah Jokowi di Solo, Sempat Tegang dengan Relawan!, 10 September 2026.
Bisnis.com. Duduk Perkara Aksi Demo di Depan Rumah Jokowi Hari Ini, 10 September 2026.
Merdeka.com. Belasan Warga Demo Bentangkan Spanduk di Rumah Jokowi, 10 September 2026.
