Indonesia, Filipina, dan UEA Mulai Proses Gabung Blok Dagang CPTPP, Apa Dampaknya bagi Ekonomi?

Dagang CPTPP

Indonesia, Filipina, dan Uni Emirat Arab (UEA) resmi memulai pembahasan untuk bergabung dengan blok dagang CPTPP. Simak manfaat, tantangan, dan dampaknya bagi perdagangan global.

99refb – Indonesia, Filipina, dan Uni Emirat Arab (UEA) selangkah lebih dekat untuk bergabung dengan Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP). Ketiga negara akan memulai pembahasan atau accession talks dengan negara-negara anggota dagang CPTPP sebagai bagian dari proses menuju keanggotaan penuh dalam salah satu blok perdagangan bebas terbesar di dunia.

Langkah tersebut menjadi perkembangan penting di tengah meningkatnya ketidakpastian perdagangan global. Banyak negara kini berupaya memperluas akses pasar dan memperkuat hubungan ekonomi melalui perjanjian perdagangan bebas, termasuk dagang CPTPP yang dikenal memiliki standar tinggi dalam liberalisasi perdagangan, investasi, serta ekonomi digital.

Bagi Indonesia, dimulainya proses pembahasan ini membuka peluang untuk memperluas pasar ekspor sekaligus menarik lebih banyak investasi asing. Namun di sisi lain, pemerintah juga harus mempersiapkan berbagai penyesuaian kebijakan agar dapat memenuhi standar yang ditetapkan dalam perjanjian tersebut.

Apa Itu CPTPP?

CPTPP merupakan perjanjian perdagangan bebas yang beranggotakan 12 negara, yaitu Australia, Brunei Darussalam, Kanada, Cile, Jepang, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Peru, Singapura, Vietnam, dan Inggris.

Blok dagang ini mulai berlaku pada 2018 sebagai penerus Trans-Pacific Partnership (TPP) setelah Amerika Serikat memutuskan keluar dari perjanjian tersebut.

dagang CPTPP tidak hanya menghapus sebagian besar tarif impor dan ekspor antaranggota, tetapi juga mengatur standar perdagangan modern seperti investasi, perdagangan digital, perlindungan hak kekayaan intelektual, perusahaan milik negara, hingga penyelesaian sengketa perdagangan.

Dengan cakupan ekonomi yang mencapai sekitar 15 persen produk domestik bruto (PDB) dunia, dagang CPTPP menjadi salah satu blok perdagangan paling berpengaruh di kawasan Indo-Pasifik.

Indonesia, Filipina, dan UEA Masuk Tahap Pembahasan

Pejabat senior dari negara-negara anggota dagang CPTPP sepakat memulai pembahasan persiapan aksesi atau preparatory discussions dengan Indonesia, Filipina, dan Uni Emirat Arab.

Tahap ini bukan berarti ketiga negara langsung menjadi anggota. Sebaliknya, proses tersebut merupakan langkah awal untuk menilai kesiapan masing-masing negara dalam memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku di CPTPP.

Sebelumnya, Indonesia telah mengajukan permohonan resmi untuk bergabung pada September 2024, sedangkan Filipina dan UEA mengajukan aplikasi pada 2025. Setelah melalui evaluasi awal, ketiganya dinilai memenuhi prinsip dasar untuk melanjutkan ke tahap pembahasan aksesi.

Mengapa Indonesia Ingin Bergabung?

Pemerintah Indonesia melihat dagang CPTPP sebagai peluang untuk memperluas akses ekspor ke sejumlah negara yang hingga kini belum memiliki perjanjian perdagangan bebas bilateral dengan Indonesia, seperti Kanada, Meksiko, Peru, dan Inggris.

Selain membuka pasar baru, keikutsertaan dalam CPTPP diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Di tengah meningkatnya proteksionisme dan perubahan kebijakan perdagangan di berbagai negara, diversifikasi pasar ekspor menjadi salah satu strategi penting agar perekonomian Indonesia tidak terlalu bergantung pada pasar tertentu.

Filipina dan UEA Juga Punya Kepentingan Besar

Filipina memandang CPTPP sebagai kesempatan untuk meningkatkan daya saing ekspor serta menarik investasi baru.

Pemerintah Filipina sebelumnya menyatakan bahwa keanggotaan dalam blok tersebut akan memberikan akses preferensial ke pasar-pasar yang selama ini belum memiliki perjanjian dagang langsung dengan Manila.

Sementara itu, Uni Emirat Arab berupaya memperluas hubungan perdagangan di kawasan Asia-Pasifik sebagai bagian dari strategi diversifikasi ekonominya.

Sebagai salah satu pusat perdagangan dan logistik dunia, UEA ingin memperkuat posisinya melalui kerja sama ekonomi yang lebih luas dengan negara-negara anggota CPTPP.

Tantangan yang Harus Dihadapi Indonesia

Meski menawarkan banyak peluang, proses bergabung dengan dagang CPTPP bukan perkara mudah.

Perjanjian ini dikenal memiliki standar yang cukup tinggi, termasuk dalam hal keterbukaan pasar, perlindungan investor, kebijakan perusahaan milik negara, hak kekayaan intelektual, hingga aturan perdagangan digital.

Indonesia perlu melakukan evaluasi terhadap berbagai regulasi nasional agar selaras dengan ketentuan dalam dagang CPTPP.

Selain itu, sejumlah sektor industri domestik juga diperkirakan menghadapi persaingan yang lebih ketat apabila hambatan tarif semakin berkurang.

Karena itu, pemerintah harus memastikan bahwa pelaku usaha nasional, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mampu meningkatkan daya saing sebelum proses keanggotaan selesai.

Potensi Manfaat bagi Dunia Usaha

Jika Indonesia resmi menjadi anggota, pelaku usaha berpotensi memperoleh akses pasar yang lebih luas dengan tarif perdagangan yang lebih rendah.

Sektor manufaktur, produk pertanian, makanan dan minuman, tekstil, furnitur, hingga industri berbasis mineral diperkirakan menjadi beberapa sektor yang dapat memanfaatkan peluang ekspor tersebut.

Di sisi lain, masuknya Indonesia ke dalam CPTPP juga berpotensi meningkatkan kepercayaan investor asing karena adanya kepastian aturan perdagangan yang lebih terintegrasi dengan pasar internasional.

Hal ini dapat mendorong investasi baru yang berdampak pada penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

Dagang CPTPP

Meski pembahasan telah dimulai, proses aksesi masih membutuhkan waktu.

Setiap negara yang ingin bergabung harus melalui negosiasi dengan seluruh anggota CPTPP dan memperoleh persetujuan secara konsensus.

Artinya, Indonesia, Filipina, dan UEA masih harus membuktikan bahwa seluruh kebijakan perdagangan dan regulasi domestiknya telah memenuhi standar yang disepakati bersama.

Dengan kata lain, dimulainya pembahasan aksesi merupakan langkah penting, tetapi belum menjadi jaminan bahwa ketiga negara akan langsung menjadi anggota penuh dalam waktu dekat.

Referensi

  1. Reuters/Yahoo Finance – Philippines, UAE and Indonesia to start CPTPP accession talks.
  2. Australian Government Department of Foreign Affairs and Trade – CPTPP News.
  3. Philippine News Agency – PH gets support for Trans-Pacific free trade accord membership.
  4. Asia News Network – Philippines, UAE have reportedly applied to join CPTPP.
  5. Stratsea – Indonesia’s Homework Ahead of the CPTPP Talks