Ringkasan Cepat:
- BNPB mencatat 53 orang meninggal dunia akibat gempa M7,7 di Nusa Tenggara Timur per Minggu, 16 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB
- Korban tersebar di enam kabupaten, terbanyak di Manggarai (25 jiwa) dan Manggarai Timur (20 jiwa)
- Pemprov NTT menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari, berlaku 15–28 Agustus 2026
Jakarta, 17 Agustus 2026 — BNPB mencatat 53 orang meninggal dunia akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Data ini merupakan pemutakhiran per Minggu sore, dengan 135 orang lainnya masih menjalani perawatan akibat luka-luka.
Mengapa Ini Penting?

Gempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah utara NTT pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026, pukul 04.58 WIB. Pusat gempa berada 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo. BMKG menyebut gempa ini dipicu aktivitas Flores Back-Arc Thrust, sesar aktif yang membentang di utara Kepulauan Flores.
Skala kerusakan tergolong besar untuk kawasan NTT. Ratusan hingga ribuan rumah warga rusak, sejumlah pelabuhan mengalami kerusakan, dan dermaga di Maumere dilaporkan roboh. Bagi warga Indonesia, peristiwa ini menegaskan kembali posisi negara di jalur pertemuan lempeng tektonik yang rawan gempa, khususnya di kawasan timur.
Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan pemutakhiran data korban dalam konferensi pers virtual pada Minggu, 16 Agustus 2026. Ia menegaskan total korban meninggal dunia mencapai 53 jiwa berdasarkan data terkini per sore hari itu.
Reaksi dan Dampak

Sebaran korban meninggal dunia terkonsentrasi di enam kabupaten terdampak. Kabupaten Manggarai mencatat korban terbanyak dengan 25 jiwa, disusul Manggarai Timur 20 jiwa, Sikka 4 jiwa, Ende 2 jiwa, serta Nagekeo dan Manggarai Barat masing-masing 1 jiwa.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, merinci sebaran wilayah tersebut dalam keterangan resmi di Jakarta. BNPB turut mencatat 135 orang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan terdekat maupun faskes darurat, sementara petugas gabungan memastikan belum ada laporan korban hilang di tujuh kabupaten terdampak.
Merespons besarnya dampak bencana, Pemerintah Provinsi NTT menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi. Gubernur NTT Melki Laka Lena menjelaskan bahwa penetapan status ini bertujuan mempercepat penanganan dampak bencana sekaligus mempermudah akses dan koordinasi antarpihak. Status tersebut dituangkan dalam Keputusan Gubernur NTT Nomor 305/KEP/HK/2026 dan berlaku selama 14 hari, mulai 15 hingga 28 Agustus 2026.
Proses evakuasi dan pendataan pengungsi masih berlangsung. Ribuan warga tercatat mengungsi di posko-posko terpusat, sementara sebagian lainnya memilih mengungsi secara mandiri di luar posko resmi.
Kronologi Peristiwa

| Waktu | Kejadian | Sumber |
|---|---|---|
| Sabtu, 15 Agustus 2026, 04.58 WIB | Gempa utama M7,7 mengguncang 30 km timur laut Mbay, Nagekeo | BMKG via Kompas.com |
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | Pemprov NTT menetapkan status tanggap darurat bencana 14 hari | SK Gubernur NTT No. 305/KEP/HK/2026 |
| Minggu, 16 Agustus 2026, siang | Korban meninggal tercatat sementara 51 orang | BNPB |
| Minggu, 16 Agustus 2026, 16.00 WIB | Korban meninggal bertambah menjadi 53 orang, 135 luka-luka | BNPB |
| Minggu, 16 Agustus 2026 | BMKG mencatat ratusan kali gempa susulan sejak gempa utama | BMKG via Kompas.com |
Apa Selanjutnya?

Pemerintah pusat melalui BNPB telah mengaktifkan Pos Pendampingan Nasional di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, untuk mengoordinasikan penanganan darurat lintas kabupaten. Posko taktis tambahan turut disiagakan di Kota Maumere untuk mempercepat distribusi bantuan.
Bantuan logistik dari pemerintah pusat sudah mulai disalurkan melalui jalur darat dan udara, termasuk pengiriman via Posko Logistik Nasional Bandara Halim Perdana Kusuma menuju Maumere dan Labuan Bajo. BNPB menegaskan proses verifikasi data korban dan kerusakan di lapangan masih terus berjalan, sehingga angka-angka di atas berpotensi terus diperbarui.
Penanganan lanjutan turut menjadi perhatian agenda pemerintah pusat dalam rapat-rapat kabinet, mengingat skala kerusakan infrastruktur yang meluas ke sektor transportasi dan pelabuhan. Kesiapan alat pemantauan dini turut kembali disorot, sejalan dengan langkah penambahan alat pemantauan cuaca dan kebencanaan BMKG yang sempat diinstruksikan pemerintah.
Artikel ini ditulis oleh Redaksi, tim jurnalistik di 99refb.xyz.
Pertanyaan Umum
Berapa jumlah korban meninggal akibat gempa M7,7 NTT?
BNPB mencatat 53 orang meninggal dunia per Minggu, 16 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB, dengan proses pendataan masih berlangsung.
Kapan gempa M7,7 NTT terjadi?
Gempa terjadi Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB, berpusat 30 km timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.
Wilayah mana yang paling terdampak?
Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur mencatat korban jiwa terbanyak, masing-masing 25 dan 20 orang.




