Kader Golkar Resah dengan Tingkah Bahlil, Muncul Poster Caketum Baru

Bahlil Lahadalia

Kegelisahan Loyalis Golkar terhadap Bahlil Lahadalia

99refb.xyz – Situasi politik di tubuh Partai Golkar semakin memanas dengan Kegelisahan Loyalis Golkar terhadap Bahlil Lahadalia

Situasi politik di tubuh Partai Golkar semakin memanas dengan munculnya poster calon ketua umum (caketum) sebagai bentuk keresahan loyalis dan kader terhadap Bahlil Lahadalia.

Menurut Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto, kemunculan poster tersebut menjadi sinyal kuat bahwa kegaduhan yang diciptakan Bahlil telah menimbulkan efek negatif dalam partai.

“Munculnya poster caketum bisa menjadi keresahan loyalis dan kader Golkar karena ‘nila setitik, rusak susu sebelangga’,” kata Hari kepada RMOL, Minggu, 16 Februari 2025.

Hari menambahkan bahwa suara-suara dari bawah semakin kuat karena tindakan Bahlil yang juga menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dianggap menimbulkan ketidakstabilan di partai.

“Kegaduhan yang diciptakan Bahlil adalah respons serius dari kader bawah yang loyal terhadap pemerintahan saat ini, bukan Golkar yang loyal terhadap mantan, yaitu Jokowi,” pungkas Hari.

Beredarnya Nama-Nama Kandidat Caketum Golkar

Pada Rabu, 12 Februari 2025, di aplikasi berbagi pesan WhatsApp, beredar poster lima nama kandidat yang disebut-sebut sebagai calon ketua umum Golkar yang berpotensi menggantikan Bahlil Lahadalia. Lima nama yang muncul berasal dari kalangan elit politik yang saat ini berkiprah dalam Kabinet Merah Putih.

Empat Nama dari Kabinet Pemerintahan:

  1. Meutya Viada Hafid – Menteri Komunikasi dan Digital
  2. Nusron Wahid – Menteri Agraria dan Tata Ruang
  3. Dito Ariotedjo – Menteri Pemuda dan Olahraga
  4. Maman Abdurahman – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah

Satu Nama dari Legislatif:

  1. Bambang Soesatyo – Mantan Ketua MPR, kini anggota Komisi III DPR

Dengan munculnya daftar ini, banyak yang menilai bahwa ada upaya untuk menggeser dominasi Bahlil Lahadalia dalam Partai Golkar.

Dampak Kepemimpinan di Golkar dan Pemerintahan

Sejumlah pengamat menilai bahwa gaya kepemimpinan yang kontroversial sebagai Menteri ESDM menjadi salah satu faktor utama keresahan internal di Golkar.

Sejak menjabat, beliau sering terlibat dalam kebijakan yang menuai kritik, salah satunya adalah kebijakan larangan pengecer menjual elpiji 3 kg, yang sempat menyebabkan kelangkaan di berbagai daerah. Hal ini membuat popularitas beliau di kalangan kader Golkar merosot.

“Kebijakan ini bukan hanya berdampak di masyarakat, tetapi juga menimbulkan pertanyaan di internal partai soal arah kepemimpinan Bahlil,” ujar Fahmy Radhi, pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

Menurut Fahmy, beliau dinilai tidak cukup kuat secara politis untuk menjaga soliditas partai, terutama dengan munculnya suara-suara ketidakpuasan dari akar rumput.

Respon Kader Golkar terhadap Kepemimpinan

Beberapa kader Golkar mulai menyuarakan kebutuhan akan pemimpin baru yang lebih stabil dan bisa menjaga kekompakan partai. Beberapa fraksi internal Golkar bahkan dikabarkan mulai mengkonsolidasikan dukungan untuk calon alternatif.

“Kader Golkar butuh pemimpin yang bisa menenangkan suasana, bukan yang menimbulkan kegaduhan,” ungkap salah satu sumber internal Golkar yang enggan disebut namanya.

Para loyalis partai juga menyoroti hubungan beliau dengan pemerintahan Prabowo Subianto, yang belakangan ini disebut tidak sepenuhnya harmonis. Beberapa kebijakan beliau di sektor energi disebut tidak sinkron dengan kebijakan ekonomi nasional yang diusung Prabowo.

Selain itu, para kader khawatir bahwa posisi beliau sebagai Ketua Umum Golkar bisa membawa dampak negatif terhadap citra partai dalam menghadapi pemilu mendatang. Dengan basis pendukung yang besar, Golkar membutuhkan pemimpin yang bisa mempertahankan loyalitas kader dan memberikan kepercayaan kepada publik.

Analisis Politik: Apakah Bahlil Masih Bisa Bertahan?

Dalam dunia politik, dukungan dari kader adalah elemen utama yang menentukan kelangsungan seorang pemimpin partai. Dalam kasus ini, Bahlil Lahadalia menghadapi tantangan berat, di mana suara-suara internal yang meragukan kepemimpinannya semakin kencang.

Menurut pengamat politik dari CSIS, Arya Fernandez, setiap partai politik memiliki mekanisme untuk menyaring dan menyeleksi kepemimpinan. Jika suara ketidakpuasan semakin kuat, maka kemungkinan besar beliau harus menghadapi persaingan ketat dalam perebutan kursi Ketua Umum Golkar.

“Jika keresahan kader semakin besar, bukan tidak mungkin akan ada dinamika baru di dalam tubuh Golkar yang bisa menggeser Bahlil,” ujar Arya.

Bahlil Lahadalia
Bahlil Lahadalia – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia

Skenario lainnya, beliau bisa mengambil langkah strategis dengan mengakomodasi aspirasi kader, melakukan pendekatan intensif kepada loyalis partai, serta membuktikan kepemimpinan yang lebih inklusif agar dapat mempertahankan posisinya.

Munculnya poster calon ketua umum Golkar di tengah gejolak kepemimpinan Bahlil Lahadalia mencerminkan ketidakpuasan yang semakin nyata dari kader dan loyalis partai.

Beliau dinilai kurang berhasil menjaga soliditas partai dan justru memicu kegaduhan internal. Dengan semakin kuatnya dorongan untuk perubahan kepemimpinan, masa depan Bahlil di Golkar tampaknya akan menghadapi tantangan besar.

Seiring waktu, apakah Bahlil mampu mempertahankan posisinya di Partai Golkar? Ataukah Golkar akan mencari figur baru yang lebih stabil dan dapat menyatukan partai? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.

Catatan Editor :

Jangan Lewatkan Update Berikutnya! Langsung ke: 99refb.xyz