Prabowo Minta Siswa Belajar Sejarah agar Tak Ulangi Kesalahan Lama


Ringkasan Cepat:

  • Prabowo meminta generasi muda tidak malas belajar sejarah saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Jumat (30/10/2026), menurut ANTARA.
  • Ia menyebut politik pecah belah (divide et impera) penjajah sebagai pelajaran sejarah yang tak boleh diulang.
  • Pesan serupa sudah ia sampaikan berulang kali sepanjang 2026, dari sidang paripurna DPR hingga Gontor.

Jakarta, 31 Oktober 2026 — Presiden Prabowo Subianto meminta generasi muda tidak malas belajar sejarah agar Indonesia tidak mengulangi kesalahan para pendahulunya. Pesan itu ia sampaikan saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Jawa Barat, Jumat (30/10/2026). Ia menyoroti politik pecah belah penjajah sebagai pelajaran utama.

Apa pesan Prabowo di SMA Taruna Nusantara Cimahi?

Prabowo Minta Siswa Belajar Sejarah agar Tak Ulangi Kesalahan Lama

Prabowo meminta generasi muda rajin mempelajari sejarah supaya kesalahan masa lalu tidak terulang. Ia menyapa hadirin dengan sebutan “anak-anakku”, lalu menyinggung pemimpin yang lupa bahkan malas belajar sejarah. Menurut laporan ANTARA, ia menegaskan bahwa mereka yang malas belajar sejarah akan dihukum oleh sejarah.

“Mereka yang malas belajar sejarah akan dihukum oleh sejarah.”
— Presiden Prabowo Subianto, peresmian SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, 30 Oktober 2026 (dikutip ANTARA)

Presiden juga membandingkan teknologi dengan watak manusia. Teknologi terus berubah, katanya, tetapi sifat dasar manusia cenderung sama. Karena itu, kesalahan lama bisa muncul lagi jika generasi baru tidak mempelajarinya.

Salah satu pelajaran yang ia sebut paling menyakitkan adalah pengalaman dijajah. Prabowo menilai perpecahan di antara masyarakat dan para pemimpin ikut membuka jalan bagi penjajahan. Ia mencontohkan penguasa masa lalu yang memilih bekerja sama dengan pihak asing ketimbang dengan saudara sebangsa.

Dari situ ia mengingatkan soal divide et impera, strategi pecah belah yang dipakai penjajah. Generasi muda, menurutnya, harus menjaga persatuan dan tidak mudah diadu domba.

Prabowo tidak hanya menyoroti kekurangan. Ia menyebut para pendahulu juga punya banyak keunggulan dan pencapaian yang patut dihargai. Meski begitu, generasi penerus tetap perlu memahami kekurangan masa lalu untuk membangun Indonesia yang lebih kuat.

Mengapa Prabowo terus mengulang pesan belajar sejarah?

Prabowo Minta Siswa Belajar Sejarah agar Tak Ulangi Kesalahan Lama

Pesan ini bukan yang pertama. Dalam beberapa bulan terakhir, Presiden membawa tema serupa ke berbagai forum, dengan penekanan yang berbeda-beda.

Pada 20 Mei 2026, di sidang paripurna DPR, ia mengutip adagium bahwa bangsa yang tidak belajar dari sejarah akan mengulangi sejarah kelam yang sama, menurut pemberitaan Metro TV. Ia juga mengajak masyarakat tidak rendah diri terhadap bangsa lain.

Pada 13 Agustus 2026, di peluncuran motor listrik nasional di Cikarang, Kabupaten Bekasi, ia meminta anak muda belajar sejarah. Menurut ANTARA, ia menyebut deretan gangguan pasca-Proklamasi: APRA, RMS, DI/TII, PRRI/Permesta, PGRS/Paraku, dan Gerakan 30 September/PKI. Ia menegaskan tidak pernah mengajak membenci bangsa lain. Soal peristiwa kelam 1965, Anda bisa membaca liputan kami tentang upacara Hari Kesaktian Pancasila yang dipimpin Prabowo.

Pada 19 September 2026, dalam resepsi 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, ia kembali menyinggung sejarah. Menurut iNews, ia mengajak publik belajar dari sejarah dan jujur pada diri sendiri.

Pola ini menunjukkan sejarah menjadi bahan pidato yang konsisten bagi Presiden. Isu sejarah memang sering memicu perdebatan di ruang publik. Salah satu contohnya adalah perdebatan seputar penganugerahan gelar pahlawan nasional untuk Soeharto.

Kronologi pesan sejarah Prabowo sepanjang 2026

WaktuKejadianSumber
20 Mei 2026Di sidang paripurna DPR, Prabowo mengutip adagium soal bangsa yang tak belajar dari sejarahMetro TV
13 Agustus 2026Di Cikarang, ia meminta anak muda belajar sejarah dan menyebut gangguan pasca-ProklamasiANTARA
19 September 2026Di Gontor, ia mengajak belajar dari sejarah dan jujur pada diri sendiriiNews / RCTI+
30 Oktober 2026Di SMA Taruna Nusantara Cimahi, ia meminta generasi muda tak malas belajar sejarahANTARA

Apa kaitannya dengan dunia pendidikan?

Prabowo Minta Siswa Belajar Sejarah agar Tak Ulangi Kesalahan Lama

Pernyataan ini disampaikan di lingkungan sekolah, sehingga sorotan jatuh pada pendidikan sejarah. Pemerintah juga tengah membangun jaringan Sekolah Rakyat. Perkembangan proyek itu bisa Anda cek di artikel kami tentang target penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat.

Dalam laporan ANTARA yang dirujuk artikel ini, Presiden tidak mengumumkan perubahan kurikulum atau kebijakan baru. Pesannya berupa ajakan dan arahan, bukan regulasi. Kami belum menemukan penjelasan resmi dari Kementerian Pendidikan soal tindak lanjutnya.

Apa selanjutnya?

Belum ada kebijakan turunan yang diumumkan terkait pesan ini. Publik dapat memantau apakah pemerintah menerjemahkannya ke dalam program pendidikan sejarah, atau tetap sebagai pesan moral dalam pidato.

Pembaca juga dapat membandingkan pernyataan Presiden dengan buku dan sumber sejarah primer. Pesan “belajar sejarah” paling bermakna jika diikuti kebiasaan membaca sumber yang beragam.

FAQ

Kapan Prabowo meminta generasi muda belajar sejarah di SMA Taruna Nusantara?

Presiden menyampaikannya pada Jumat, 30 Oktober 2026, saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Jawa Barat.

Apa yang dimaksud Prabowo dengan tidak mengulangi kesalahan lama?

Ia merujuk pada kesalahan para pendahulu, terutama perpecahan yang dimanfaatkan penjajah lewat politik divide et impera.

Apakah Prabowo mengumumkan perubahan kurikulum sejarah?

Menurut laporan ANTARA yang dirujuk, tidak ada pengumuman kebijakan atau perubahan kurikulum dalam pidato tersebut.


Sumber: ANTARA (30 Oktober 2026 dan 13 Agustus 2026), Metro TV (Mei 2026), iNews/RCTI+ (September 2026).